Desember 08, 2012

DPRP dan KETUA KWARNAS PRAMUKA Tolak Buper Dijadikan Kampus IPDN PAPUA





JAYAPURA – Usainya kegiatan pembukaan RAIMUNA NASIONAL X beberapa wartawan mewawancarai  Wakil Ketua  I DPR Papua, Yunus Wonda, SH didampingi Carolus Bolly  Rabu (10/10) 2012. Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyerahkan sebagian wilayah asset daerah Bumi Perkemahan (Buper)  untuk pembangunan Kampus IPDN Papua di Buper, tidak disetujui oleh DPRP.
Kata Wakil Ketua  I DPR Papua, Yunus Wonda, SH. mengatakan Pemerintah Provinsi  Papua selama ini tidak pernah menyampaikan rencana pembangunan kampus IPDN di Buper kepada DPRP. Padahal, pengalihan aset daerah itu, harus persetujuan dewan melalui sidang atau harus ada koordinasi. ’’Kami kaget, melihat pembangunan kampus IPDN, seharusnya pemerintah menyampaikan kepada dewan, karena jelas ini soal pengalihan aset daerah. Walaupun kampus ini di Papua, tetapi, sesuai dengan prosedur, ada penyampaikan ke dewan,’’ Tegas Yunus Wonda kepada wartawan usainya Raimuna Nasional (Rainas)  ke X Gerakan Pramuka Tahun 2012 di Bumi Perkemahan Cenderawasih - Phokela, Waena - Distrik Heram Rabu (10/10) 2012.  Menurutnya, pengalihan atau penghapusan aset daerah sesuai dengan aturan harus melalui dewan, dan kami sangat tidak setuju dengan kerja seperti ini, kami akan panggil dinas terkait soal masalah ini. Lanjutnya, Buper yang diketahui hanya untuk kegiatan pramuka, bukan untuk pembangunan kampus, dan kami tidak setuju, bahwa sebagian wilayah perkemahaan akan digunakan untuk pembangunan kampus IPDN Papua, Ujarnya Wakil Ketua  I DPR Papua, Yunus Wonda menambahkan, lokasi Raimuna di Buper telah mendapat sanjungan yang baik dari Wapres maupun peserta Raimuna, karena alamnya yang bagus serta udaranya, itu yang kita jaga, jika ada pembangunan baru di lokasi seperti ini, Pemda seharusnya perlu koordinasi dulu dengan pihak-pihak terkait. ‘’Kami dari dewan tidak akan menyetujui pembangunan kampus IPDN di Buper, jika ada pengalihan/penghapusan aset daerah, Pemda harus koordinasi dengan dewan, bukan asal bangun saja, karena Buper ini khusus disediakan untuk perkemahaan,’’ ujarnya.

Sama perkataan  juga dungkapkan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar. Ia  mengharapkan agar kawasan bumi perkemahan Cenderawasih Waena, tidak dialih fungsikan. “Saya mendapat infomasi kawasan ini akan dialih fungsikan menjadi lokasi pendidikan, namun diharapkan hal itu tidak terjadi,” kata Ka Kwarnas menjawab pertanyaan ANTARA di Jayapura seusai menghadiri pembukaan Raimuna X yang dilakukan Wakil Presiden Boediono.
Dikatakan, buper Cenderawasih merupakan salah satu buper terbaik yang ada di Indonesia sehingga sangat disayangkan bila kawasan itu dialih fungsikan.

Untuk mempertahankan keberadaan kawasan buper tetap sebagai lokasi perkemahan maka pihaknya akan menyurati sejumlah pihak termasuk Gubernur Papua, kata Azrul Azwar.
Menurutnya, lokasi buper Cenderawasih sudah memenuhi kriteria sebagai kawasan perkemahan karena ditunjang berbagai faktor antara lain alamnya yang masih asli sehingga sangat cocok untuk dijadikan kawasan perkemahan.
“Mudah mudahan kawasan ini tetap sebagai kawasan perkemahan,” harap Ka Kwarnas Azrul Azwar. Sekretaris Daerah Papua Constan Karma yang ditanya sebagai terpisah mengakui, pengalihan kawasan buper itu merupakan wewenang dari gubernur selaku kepala daerah.
“Silahkan saja Ka Kwarnas menyurati Gubernur Papua,” kata Sekda Papua Constan Karma.  <AMOYE>


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar